Agar Tahan Lama Menulis

Dalam suatu seminar, seorang penulis pemula bertanya, “Bagaimana, sih caranya agar bisa tahan lama dalam menulis? Sebab baru saja saya dapat 5 halaman, mata sudah kayak dilem. Mohon solusinya?”

Berikut tips kecilnya.
Pertama, usahakan pepatah ini ada dalam diri Anda: Mens sana in corpore sano (a healthy mind in a healthy body). Bahwa di dalam tubuh yang sehat (bugar) terdapat mood yang sehat. Sungguh, pepatah ini benar 100 persen.
Olahraga tidak hanya memberikan kebugaran, nyatanya olahraga juga berefek membanjiri semacam zat morphin yang disebut endhorpin yang disekresi oleh otak. Morphin buatan otak ini meski kekuatan efeknya 200 kali dari morphin namun ia tak menyebabkan bahaya bagi tubuh.

Awam menyebutnya/menandainya sebagai “bugar”. Itulah pemberi “daya tahan” pertama bagi setiap penulis. Jadi buanglah omong kosong bahwa penulis/seniman harus kurus kering, penidur, makan tidur seenaknya, tampang kucal (akibat begadang) atau sebaliknya kebanyakan tidur, sehingga didera pusing/pening dan rasa meriang.

tahan-lama-menulis

 

Endorpihn, selanjutnya memberi efek rasa flaw, “Moodku lagi naik, nih!” begitu para seniman suka menandai suasana “flaw” melayang kreatif, sebagai moodnya lagi positip.

Setelah olahraga menganugrahi (kebugaran, flaw dan mood), baru Anda konsumsi buah-buahan, jamu atau suplemen. Suplemen “alami” berikut (lihat foto) boleh juga dicoba.

Berikutnya, periksalah beberapa hal ini:

  • Bagaimana tingkat minat Anda pada materi yang anda tulis? (ingin menolong kehancuran bangsa, membantu kebangkitan sahabat dari kehancuran hidupnya, menolong kemajuan bangsa, meningkatkan daya saingnya dalam perdagangan global) adalah contoh motivasi menulis yang bisa meningkatkan anda pada bidang yang akan Anda tulis
  • Bagaimana penguasaan bahan yang akan anda tulis, minimal “peta masalah” (mapping) sudah jelas, berikutnya
  • Ada penemuan “spesifikasi” apa yang ingin Anda tulis yang tidak/jarang dibahas orang lain, sehingga buku Anda akan punya “nilai lebih” setelah jadi buku nanti? Adanya “nilai lebih” ini bisa menjadi peningkat gairah menulis Anda.
  • Sekarang periksa sejarah cara membaca Anda. Membaca yang baik, minimal buku harus (a) penuh tanda stabilo mampu menandai hal penting menandakan cara membaca anda sudah benar, (b) bagaimana keterkaitan stabilo, antara buku yang satu dengan buku yang lain (penulis harus punya referensi buku bacaan barang 3 sampai 5 buku), terutama jika Anda pemula.
  • Periksalan meja belajar/kerja Anda, bagaimana penerangannya, bagaimana argonominya (tempat duduk yang nyaman, jarak/tinggi Anda duduk dengan keyboard Anda apakah sudah nyaman betul bagi Anda, bagaimana fentilasi cukup memberi kesejukan atau panas, bagaimana luas meja sehingga buku-buku referensi mudah diakses (diraih) tanpa anda harus berdiri dari kursi, jika ini semua sudah memadai tapi tetap tak tahan lama juga, periksa tulisan-tulisan dalam situs ini sampai habis.