NATURE SOD

produk-sod-sunhopeSuplemen enzim antioksidan  dari tunas gandum alami untuk membantu menangkal  radikal bebas.  Diolah dari tunas gandum alami, setiap kapletnya mengandung Antioxidant Enzym (enzim antioksidan) lebih dari 1 juta unit. Selain mengandung enzim antioksidan juga mengandung  energi, vitamin, dan mineral, dapat menghancurkan zat kimia yang tidak baik bagi tubuh, dan sangat efektif mencegah dan menyembuhkan penyakit modern. Nature’s S.O.D sangat baik dikonsumsi para penderita penyakit berat

ANTIOKSIDAN

Antioksidan terbagi atas 2 kelompok utama. Kelompok pertama diketahui sebagai sistem enzim antioksidan. Enzim antioksidan merupakan pertahanan pertama bagi tubuh dalam melawan radikal bebas dan bentuk sistem antioksidan yang paling penting dalam tubuh. Enzim antioksidan secara normal dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan menjaga meminimalkan kerusakan sel yang tidak perlu. Anti Oksidan yang umum diketahui yaitu Superoxide yang merupakan molekul oksigen yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan yang berperan dalam mengontrol radikal bebas.

Superoxide disebut Superoxide Dismutase (SOD). Enzim antioksidan yang dibentuk untuk menetralisasi jenis radikal bebas yang berbeda-beda. Misalnya: Gluatathione peroxidase menghancurkan lemak peroksida dan hydrogen peroksida, Methionine reductase (MET) menghancurkan radikal hidroksol dan katalase (CAT) membantu mengontrol hydrogen peroksida.

Hidrogen peroksida dalam kadar rendah tidak bersifat racun, tetapi mempunyai potensi yang besar untuk memicu timbulnya radikal bebas. Dengan alasan ini maka tubuh mempunyai 2 kelompok antioksidan pertahanan tubuh. Glutathionine peroksida dan katalase, keduanya menghancurkan jalan bagi hydrogen peroksida untuk berkembang di dalam dan di sekitar sel. Dan itu terlihat secara logis kegunaan dari prooksidan, harus mendampingi fungsi enzim antioksidan untuk meyakinkan bahwa kerusakan jaringan yang tidak perlu tidak akan terjadi.

Kelompok kedua dari antioksidan yaitu dalam bentuk zat-zat gizi seperti vitamin E, C, dan A dan mineral-mineral seperti Tembaga (Cu), Selenium (Se), Mangan (Mn) dan Seng (Zn). Walaupun vitamin dapat menghancurkan radikal bebas secara langsung, mineral-mineral kecil bekerja terutama melalui pengaktifan sistem enzim antioksidan dan mereka sendiri bukan antioksidan. Enzim antioksidan dapat menghancurkan beberapa radikal bebas pada saat bersamaan, dimana antioksidan dari vitamin tidak dapat melakukannya. Kedua antioksidan tersebut, yaitu enzim antioksidan dan sistem antioksidan dari zat gizi harus dapat dicukupi untuk melengkapi perlindungan tubuh terhadap radikal bebas dan menghancurkannya.

RADIKAL BEBAS

Seperti halnya semua benda, tubuh kita disusun secara lengkap oleh partikel-partikel kecil yang disebut molekul. Setiap molekul tersusun dari atom-atom , dan setiap atom terdiri dari inti sel dengan elektron-elektron yang berputar pada orbitnya. Secara umum, elektron-elektron berada dalam posisi seimbang berpasangan. Ini akan menjaga atom dan molekul tersebut dalam keadaan tetap stabil. Kadangkala sebuah molekul kehilangan atau mendapat tambahan satu elektron, yang akan menyebabkan molekul tersebut menjadi tidak seimbang dan bereaksi dengan cepat. Molekul inilah yang disebut dengan ‘Radikal Bebas’.

Oksigen penting bagi kehidupan, tetapi juga memiliki sisi buruk (karat yang membentuk lubang pada sebuah mobil tua adalah contoh kemampuan merusak dari oksigen). Dalam bentuk oksigen reaktif, oksigen dapat merusak DNA, protein, glycoaminoglycan dan molekul-molekul besar lainnya. Molekul terdiri dari oksigen reaktif atau zat-zat terakit yang disebut radikal bebas dan kerusakan yang disebabkannya disebut kerusakan oksidasi.

Sebagian kecil lainnya, radikal bebas terjadi sebagai hasil normal dari metabolisme tubuh manusia. Pembentukan energi dalam tubuh (ATP) merupakan proses yang menggunakan oksigen dan zat-zat gizi makanan. Dalam proses ini, yang disebut dengan proses oksidasi, molekul oksigen kadang-kadang dilepaskan dengan sejumlah elektron, dan inilah awal terbentuknya radikal bebas. Sistem kekebalan tubuh menggunakan efek membangun dari radikal bebas dengan meningkatkan radikal bebas untuk menghancurkan bakteri dan virus.

Masalah akan segera muncul ketika satu atau lebih faktor-faktor penekanan mengganggu fungsi normal dan peningkatan yang besar dari sejumlah radikal bebas yang dengan mudah dapat dikontrol. Ketika radikal bebas terdapat dalam tubuh kita, maka tubuh kita akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Sistem pengatur radikal bebas dalam tubuh kita menjadi hilang dan kerusakan sel menjadi bertambah.
Radikal bebas merusak sel dengan meningkatkan proses oksidasi. Untuk itu, zat-zat yang dapat menetralisasikan radikal bebas disebut antioksidan. Hal ini tidak menunjukkan dengan nyata bahwa proses oksidasi berbahaya. Dan itu merupakan proses yang penting bagi fungsi tubuh kita seperti halnya proses pencernaan dan fungsi kekebalan tubuh.

Sistem pencernaan mengoksidasikan bakteri dan virus untuk menghilangkan mereka. Ketika proses oksidasi berlangsung ditingkatkan melampaui batas normal akan terjadi kelebihan aktivitas radikal bebas yang akan membuat pertahanan antioksidan perlu ditingkatkan supaya kesehatan tetap terjaga. Kegunaan radikal bebas yang diproduksi oleh sel darah putih dalam tubuh manusia adalah sebagai pembunuh bakteri, jamur, atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Kelebihan produksi radikal bebas dapat terjadi ketika tubuh mengalami penekanan secara kimia, emosi, fisik dan infeksi. Beberapa sumber tekanan yang umum bagi tubuh yaitu proses penuaan, polusi lingkungan, trauma dan penyakit yang sejalan dengan kemajuan yang dicapai masyarakat modern yang semakin beragam.