Susu Kolostrum Luar Biasa dari Sun Hope

Kolostrum merupakan  makanan utama hidup kita. Secara alami dibentuk dan berfungsi sebagai sumber kekebalan tubuh untuk menjaga kesehata dan mencegah penyakit. Kolostrum diproduksi oleh kelenjar susu selama 72 jam pertama.  Manusia menghasilkan kolostrum relatif sedikit yaitu pada dua hari atau tiga hari pertama setelah melahirkan bayi, tetapi sapi menghasilkan sekitar 9 galon atau sekitar 36 liter kolostrum.

Kolostrum sapi (bovine colostrum) dapat dikonsumsi untuk setiap mamalia termasuk manusia. Bahkan menurut beberapa sumber ilmiah, kolostrum sapi empat kali lebih banyak mengandung zat kekebalan tubuh dibandingkan dengan kolostrum manusia. Para praktisi medis merekomendasikan kolostrum sebagai antibiotik alami sebagai alternatif daripenggunaan obat-obatan antibiotik. Digunakan pula untuk terapi perawatan pada pasien rheumatoid arthritis (radang sendi).

 

produk-power-mix

Jadi, apa fungsi kolostrum sapi (bovin colostrum)  bagi orang dewasan atau untuk anak-anak yang lebih tua dari bayi?

Kolostrum adalah makanan yang sempurna, menggabungkan faktor-faktor kekebalan dan pertumbuhan yang dikombinasikan secara sinergis sehingga bermanfaat untuk kehidupan. Kolostrum sangat efektif mencegah dan melawan penyebab penyakit infeksi. Kolostrum membantu tubuh kita bekerja untuk memperbaiki dan membangun kembali regeneras) kerusakan sel dan jaringan. Berbagai penelitian tentang kolostrum merupukan alernatif pengobatan selain pengguna antibiotik bahkan aman bagi mereka dengan gangguan toleransi terhadap laktosa susu (lactosa intolerance).

Kolostrum memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional yaitu pangan alami atau olahan yang secara ilmiah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, dapat dikonsumsi sebagaimana layakna makanan dan minuman serta memiliki karakteristik sensori (penampakkan,warna,tekstur dan citarasa) yang dapat diterima konsumen. (BPOM,2005)

 

Kadungan dan Peranan Kolostrum

Kolostrum  mendukung kehidupan manusia dengan bekerja efektif dalam dua cara. Pertama, memiliki faktor kekebalan (immune factor) termasuk immunoglobulin, prolin rich polypeptide (RPR), laktoferin, sikotin, glikoprotein dan laktalbumil yang memberi dukungan kuat untuk sistem kekebalan tubuh. Kedua, kolostrum mengandung faktor pertumbuhan (growth factor) yang bermanfaat untuk stimulasi sel, membangun massa otot dan keseimbangan gula darah, sintesis dan memperbaiki kerusakan DNA dan RNA, serta menstimulasi pertumbuhan jaringan kulit.

 

Immunoglobulin dan Penyakit Infeksi

Immunoglobulin dalam kolostrum merupaka faktor utama kekebalan tubuh yang terbukti memberikan pertahanan unggul dalam pengobatan dan pencegahan infeksi bakteri,alergi, jamur dan rotavirus. Kolostrum berkualitas tinggi mengandung immunoglobulin dalam jumlah cukup (18%). Kolostrum mengandung antibodi spesifik yang dikenal pada mamalia, termasuk manusia yaitu IgG, IgA, IgM, IgE dan IgD. Tiap jenisnya mempunyai strukturasam amino yang unik dan spesifik dan efektif pad ainfeksi bakteri berbahaya seperti Helicobacter. Pylori yang memyebabkan pembentukan ulkus di dilambung (ulkus peptikum) dan E.coli  menyebabkan diare akut,perdarahan usus, pertusis, kolera dan diare ajut pada penderita HIV/AIDS. Memberikan perlindungan kuat terhadap sejumlah parasit protozoa, seperti amuba penyebab disentri dan gangguan pencernaan (gastro intestinal)  lainnya.

 

Proline Rich Polypeptide (PRP), Alergi dan Penyakit Autonium

Proline  Rich Polypeptide (PRP) bekerja mengatur kelenjar
thymus (pusat kendali sistem kekebalan tubuh), merangsang sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mengatur sistem kekebalan tubuh yang selalu aktif sehingga bermanfaat da reaksi antiinflamasi yaitu membantu mengurangi dan menghilangkan rasa sakit, bengkak, serta peradangan yang berhubungan dengan alergi dan penyakit autonium (multiple sclerosis,rhematoid artrhitis, Lupus).

 

Laktoferin dan Transferin efektif terhadap Kanker

Laktoferin dan Transferin merupakan protein utama dalam  kolostrum bekerja mengikat dan mengangkut zat besi yang penting bagi pembentukan sel darah merah serta menghambat bakteri dan virus untuk mendapatkan zat besi guna pertumbuhannya. Laktoferin dapat merusak sel-sel virus, termasuk virus cytomegalovirus  (penyebab bayi cacat lahir dan kematian pada janin), HIV (Virus AIDS), virus hepatitis, rotavirus (penyebab diare), virus influenza, virus pernafasan (penyebab bronkitis dan pneumonia), virus herpes. Selain peran tersebut, laktoferin meningkatkan produksi antioksidan dalam tubuh sehingga dapat menghambat efek buruk radikal bebas seperti kanker.

 

Glikoprotein dan Protease Inhibitor

Melindungi faktor imun dan pertumbuhan yang terkandung dalam kolostrum dari kerusakan yang disebabkan oleh keasaman cairan pencernaan pada lambung dan saluran usus.

 

Laktalbumin menekan Stress

Penelitian menunjukan bahwa laktalbumin dalam kolostrum dapat meningkatkan aktivitas serotin pada otak dan mengurangi konsentrasi kortisol sehingga dapat menekan strees pada kelompok rentan. Laktalbumin juga sangat efektif menekan pertumbuhan kanker dan berbagai virus.

 

Vitamin dan Mineral

Kolostrum  merupakan makanan yang sangat padat gizi. Mengandung mikronutrien vitamin dan mineral yang merupakan kombinasi sempurna berperan sebagai zat pengatur (regulator),  yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.

 

Sitokin dan Tumor

SItokin, termasuk interleukin, interferon dan limfokin aktif alam kolostrum dalam membantu meningkatkan aktivitas sel-T dan merangsang immunoglobulin. Interleukin adalah agen anti-inflamasi ampu yang terbukti memiliki pengaruh besar dalam meredakan nyeri serta dapat menghambat pertumbuhan tumor melalui induksi sel natural killer (NK)


Insulin Growth Factor (IGF-1 dan II) dan Diabetes Mellitus

Kolostrum mengandung insulin Grosth Factor (IGF) yang merangsang perbaikan dan pertumbuhan sel.IGF-I dan IGF-II merupakan faktor pertumbuhan yang paling besar yang terkandung dalam kolostrum. IGF mengatur tubuh dalam menggunakan lemak, protein dan gula. IGF-I merangsang perbaikan dan pertumbuhan DNA dan RNA serta terbukti secara klinis membantu meningkatkan masa otot serta membantu mengatur gula darah dan kadar kolesterol dalam darah.

 

Transforming Growth Factor (TGF A dan B) dan Penyembuhan  Luka

Tranforming Growth Factor (TGF) merupakan faktor untuk penyembuhan luka dan pembentukan tulang. TGF bekerja aktif untuk merangsang perkembangbiakan jaringan-jaringan ikat (otot), membantu dalam pembentukan tulang dan tulang rawan, membantu memperbaiki jaringan serta merangsang pertumbuhan lapisan usus. Peran lainnya adalah sebagai antiproliferasi (menekan pertumbuhan) sel tumor.

 

Epithelial Growth Factor (EGF) untuk Kesehatan Kulit

Epithelial Growth Factor (EGF) merupakan alat untuk menjaga da memelihara kulit. EGF dapat merangsang pertumbuhan kulit normal dan memperbaiki jaringan seluler. Sehingga kolostrum baik sekali dikonsumsi untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini.

 

Sun Hope Colostrum Power Mix – Susu bubuk kolostrum berkualitas tinggi dari sapi pilihan. Kaya akan kandungan Immono-globulin G (Ig-G) yang merupakan faktor utama kekebalan tubuh. Setiap bungkus Power Mix  mengandung Immono-globulin G sebanyak 600 mg, senyawa glikoprotein yang dapat bereaksi dan menetralkan “benda asing” dalam tubuh. Power Mix merupakan makanan padat izi yang cocok untuk bayi, anak-anak hingga usia lanjut. Mendapatkan penghargaan sebagai produk baru terbaik (Award for New Product) tahun 1996, kategori Food for Medical Use dari AANM (American Association of Nutrition Medicine)  serta mendapatkan sertifikat immune patent dari US Patent No.4.816.563

 

Anjuran konsumsi :

Dewasa                           : 3 sendok makan per hari

Anak-anak                       : 1 sendok makan per hari

Bayi                                : 3 ½ sendok the per hari

Kebutuhan khusus             : 1-2 sachet per hari